Faktor Resiko dan Cara Mencegah Tumor Payudara

Tumor payudara merupakan sebuah benjolan yang tidak normal yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel yang terjadi secara menerus. Resiko terkena penyakit ini akan meningkat seturut dengan bertambahnya umur dan perubahan gaya hidup. Tumor ini bisa menjadi tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak merupakan yang sering dijumpai pada saat muda dan tumor ganas merupakan kanker payudara yang menyebabkan kematian pada usia 35 hingga 55 tahun terutama untuk wanita yang berada diatas umur 60 tahun.

Berikut adalah faktor resiko tumor ini diantaranya:

  • Wanita memiliki resiko yang tinggi menderita tumor pada bagian dada dibanding pria dengan pria hanya 1% dari seluruh tumor ini.
  • Jika memiliki garis keturunan yang menderita tumor maka akan memiliki resiko tiga kali menderita.
  • Adanya mutasi gen BRCA1 kromosom 17 dan BRCA1 kromosom 13 yang meningkatkan resiko menjadi 85% diderita.
  • Meningkatnya kadar hormonal dalam masa reproduktif terutama jika tidak ada perubahan hormon akibat kehamilan yang meningkatkan resiko terjadinya tumor.
  • Pada usia kehamilan pertama di usia 30 tahun dan memiliki resiko 2 kali lipat dari wanita kurang 20 tahun.
  • Sering terpapar sinar X saat melakukan ronsen.
  • Penggunaan kontrasepsi oral terutama yang digunakan kurang dari 20 tahun dengan resiko tinggi dibanding penggunaan pada usia lanjut.
  • Mengonsumsi alkohol dan gaya hidup.

Gejala dari tumor payudara adalah terdapat benjolan yang tidak normal pada bagian ketiak dan payudara, payudara juga akan merasakan nyeri maupun sakit dan berubah bentuk antara bagian kiri dan kanan payudara. Payudara juga akan dirasa lebih sensitif dan bagian sekitar kulit memerah hingga keluarnya cairan dari dalam tubuh dan membuat payudara menjadi gatal. Untuk tumor jinak memiliki gejala berupa benjolan bulat atau lonjong, permukaan benjolan licin, memiliki batas tegas dan mudah digerakkan serta tidak nyeri saat ditekan. Sedangkan gejala untuk tumor ganas adalah benjolan yang tidak teratur, dengan permukaan tidak rata, sulit digerakkan dan terdapat ruam dan nipple discharge dan nipple retraski.

Berikut adalah cara mencegah penyakit tumor dari sekarang adalah:

  • Menjaga berat badan untuk ideal, karena wanita yang obesitas setelah menopause akan mudah memiliki resiko tumor 20-40% dibanding berat badan normal.
  • Mengonsumsi makanan dan menghindari makanan seperti daging, sosis, krim, minyak dan mentega.
  • Rajin berolahraga untuk menurunkan resiko dengan berjalan cepat selama 2 jam 30 menit dalam satu minggu.
  • Sebaiknya mengurangi kebiasaan untuk merokok dan minum alkohol, merokok dapat meningkat resiko 7-13% dan alkohol menyebabkan resiko 7-12% terutama jika dikonsumsi setiap hari yang berakibat pada perubahan hormon.

Beberapa orang menganggap tumor sama dengan kanker. Perbedaan antar tumor dan kanker adalah kecepatan pertumbuhan. Ada atau tidak adanya rasa nyeri yang dirasakan ketikan benjolan dipegang atau ditekan, biasanya kanker tidak akan menimbulkan nyeri. Tumor jinak lebih mudah diraba bagian tepinya sedangkan kanker tidak jelas. Kedua hal ini harus dibedakan karena penanganannya pun berbeda. Tumor jinak akan lebih mudah diangkat sedangkan kanker atau tumor ganas perlu penanganan khusus.

Untuk penanganan bagi penderita biasanya melakukan USG dan mammogram pada payudara. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan umur dan karakteristik dari benjolan. Beberapa perawatan tumor ini menggunakan operasi fibroadenoma. Terdapat dua prosedur dalam fibroadenoma yaitu biopsy lumpektomi dan cryablation. Sebagai wanita maka sebaiknya menjaga kesehatan dalam tubuh untuk memastikan bahwa tubuh sehat dan tidak menderita tumor payudara yang dapat dengan mudah menyerang.